LAPORAN PRAKTIKUM DPT
PENYAKIT TANAMAN
MUHAMAD SYAIFUDIN
105040200111184
Kelompok hari Senin (09.15)
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
AGROEKOTEKNOLOGI
MALANG
2010
_________________________________________
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit tumbuhan menimbulkan kerugian melalui beberapa jalan. Penyakit pada tanaman dapat menyebabkan kerugian langsung pada petani atau penanam. Hal ini disebabkan karena penyakit dapat mengurangi kualitas maupun kuantitas, meningkatkan biaya produksi, dan mengurangi kemampuan usaha tani. Kerugian yang dirasakan oleh petani dapat secara langsung maupun tidak langsung
Dalam bidang pertanian, mempelajari dasar perlindungan tanaman sangat diperlukan untuk mengolah tanaman budidaya. Hal ini dimaksudkan agar dapat menghindari atau mencegah suatu tanaman budidaya tersebut dari adanya segala penyakit atau pathogen yang ada disekitarnya.
1.2 Tujuan
- Mengetahui pengertian penyakit
- Mengetahui tentang segitiga penyakit
- Mengetahui tentang macam-macam gejala dan contoh gejala yang ditimbulkan
- Mengetahui karakteristik dari jamur, bakteri, virus, nematoda dan tumbuhan tinggi parasit
- Mengetahui perbedaan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, dan nematoda
- Mengetahui nama umum, nama latin, jenis pathogen dan klasifikasi dari suatu penyakit
- Mengetahui inang utama dan inang alternative dari suatu penyakit
- Mengetahui tipe gejala suatu pathogen
- Mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh penyakit
- Mengetahui cara pengendalian suatu penyakit
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Penyakit
Plant disease is an importan of the normal stete of palnt that interrupt of modifies its vital function.
“Penyakit tanaman adalah salah satu kerusakan yang mengubah fungsi vital suatu organ”
(anonymous,2010)
Penyakit adalah kelainan proses fisiologi tumbuhan yang disebabkan oleh faktor abiotik atau biotik atau keduanya yang mengakibatkan perubahan morfologi tumbuhan (disebut gejala) sampai menimbulkan kerusakan ekonomis.
( Muhidin, 1993)
Pentyakit adalah gangguan fisiologi pada tumbuhan yang disebabkan oleh penyebab penyakit seperti patogen yang mengakibatkan hilangnya koordinasi pada tanman inangnya.
(anonymous, 2010)
2.2 Gambar Segitiga Penyakit dan Pembahasan
Penyakit akan terjadi apabila ada :
Patogen yang ganas menyerang tanaman yang rentan, di dukung lingkungan yang mendukung patogen untuk menyerang tanaman yang rentan tersebut.
(Tjahjadi, 1989)
2.3 Macam-macam Gejala dan Contohnya
· Nekrotik
Kematian sel atau sekelompok sel pada jaringan tertentu.
Contoh : bercak (pada daun, batang, dan akar)
· Hipoplastis
Terhambatnya pembentukan sel atau menghasilkan sel yang jumlah dan ukuranya kecil.
Contoh : kerdil, klorosis, ukuran bagian tanaman menjadi kecil.
· Hiperplastis
Pembentukan sel yang berlebihan jumlah atau ukurannya.
Contoh : sapu setan, bengkak, kutil, udema dan gigantisme.
(Rukmana, 1997)
2.4 Karakteristik dari Jamur, Bakteri, Virus, Nematoda dan Tumbuhan Parasit
a. Jamur
è Morfologi
Sebagian jamur mempunyai tubuh vegetatif yang terdiri dari filamen (benang) memanjang, bersambungan, bercabang, mikroskopis, mempunyai dinding sel yang jelas.
è Reproduksi
Sebagian besar jamur berkembang biak dengan spora
è Ekologi dan Penyebaran
Hampir semua jamur patogen tumbuhan menghabiskan sebagian hidupnya pada tumbuhan inang dan sebagian didalam tanah atau sisa tumbuhan dalam tanah.
(agrios, 1995)
b. Virus
è Morfologi
Virus tumbuhan berbeda bentuk dan ukuran tetapi umumnya digambarkan dengan bentuk memanjang (batang yang kaku atau benang yang lentur)
è Komposisi
Setiap virus tumbuhan sedikitnya terdiri atas satu asam nukleat dan protein. Beberapa virus terdiri lebih dari satu ukuran asam nukleat dan protein.
(agrios, 1995)
c. Bakteri
è Morfologi
Hampir semua bakteri patogenik, tumbuhan berbentuk batang kecuali stetomyces yang berbentuk benang. Panjang 0,6 – 3,5 μm dan diameter 0,5 – 1 μm
è Reproduksi
Berkembang biak melalui proses aseksual yang dikenal sebagai Ginnary fision atau fision.
è Ekologi dan Penyebarannya
Sebagian besar bakteri berkembang dalam tubuh inangnya sebagai parasit dan sebagian kecil. Pada sisa tumbuuhan atau di dalam tunasnya sebagai sarofit.
(agrios, 1995)
d. Nematoda
è Morfologi
Berukuran kecil 300-1000 μm, kadang panjangnya mencapai 4 μmdan lebar 15-35 μm, diameternya sangat kecil.
è Anatomi
Tubuhnya bersifat transparan, ditutupi kutikula yang tidak berwarna
è Daur hidup
Telur – larva – dewasa
è Ekologi dan Penyebarannya
Hampir semua nematoda patogenik –tumbuhan hidup dalam tanah.
(agrios, 1995)
e. Tumbuhan Parasit
· Memiliki kemampuan mengambil makanan berupa bahan organik dan anorganik dari inangnya.
· Parasit yang menggantungkan sebagai energi dari inang disebut parasit fakultatif, sedangkan yang sepenuhnya disebut parasit obligat.
( Muhidin, 1993)
2.5 Perbedaan Penyakit yang Disebabkan Jamur, Bakteri, Virus dan Nematoda
a. Jamur
· Adanya bercak kuning pucat/kuning kecoklatan dan bentuknya bervariasi
· Adanya bercak daun pada kedua sisi permukaan daun
· Tanaman tampak lunak, basah serta berlendir
b. virus
· Terjadi penurunan laju pertumbuhan
· Penurunan hasil
· Menyerang batang, daun dan akar
· Daun mengerut dan tampak seperti terbakar
c. bakeri
· Pembusukan yang berair dan busuk karena kerusakan jaringan
· Permukaan berair dan bau tak sedap
· Terjadi gejala yang hyperplasma
d. nematoda
· Mengakibatkan kerusakan yang berat, mematikan inang saat populasi tinggi
· Mengurangi kemampuan tanaman untuk menginkubasi jamur
(semangun, 1989)
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Bioekologi dari 10 Spesimen dan Keterangan
- Meloidogyne sp
a. Nama latin : Meloidogyne sp
b. Nama umum : bisul akar atau puru akar
c. Jenis pathogen : Nematode
d. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Aschelmintes
Kelas : Nematoda
Ordo : Tyrentida
Family : Hetero deniaceae
Genus : Meloidogyne
Spesies : Meloidogyne sp
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : jagung, tomat
f. Inang alternatif : tebu, kentang, tembakau
g. Bagian yang diserang : akar
h. Tipe gejala : hipertropy
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Akar serabut menjadi banyak jumlahnya
· Timbul bisul pada akar
- Berdasarkan literature
· Daun menjadi lekas masak dan gugur
· Akar serabut sekunder menjadi abnormal jumlahnya
· Timbul bisul pada akar
(Muhidin, 1993)
j. Cara pengendalian
- Menggunakan benih bebas nematode dari tanaman yang sehat
- Rotasi tanaman
- Penggunaan nematisida kimia
- Biji yang diragukan kesehatannya di rendam dengan air panas
Gambar literature dan tangan
2. CMV (Cucumber Mozaik Virus)
a. Nama latin : CMV (Cucumber Mozaik Virus)
b. Nama umum : keriting pada cabai
c. Jenis pathogen : virus
d. Klasifikasi
Kingdom : Virus
Filum : Virus RNA
Kelas : Virus RNA
Ordo : Bromoviridas
Genus : Cucumovirus
Spesies : Cucumber mozaik virus
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : cabai, tomat
f. Inang alternatif : tembakau
g. Tipe gejala : nekrotik hipoplastik
h. Bagian yang diserang : daun
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Daun berwarna kuning kehijaun
· Agak sedikit mengkerut
- Berdasarkan literatur
· Daun berubah warna dan menampilkan warna hijau dan bercak tidak rata
· Tanaman kerdil, mengkerut dan terjadi pembengkakan jaringan
(Muhidin, 1993)
j. Cara pengendalian
- Menanam bibit yang resitan
- Tanaman yang telah terinfeksi dicabut dan dibakar
- Membersihkan gulma
- Sterilisasi tanah
- Rotasi tanaman
k. Gambar literature dan tangan
(anonymous, 2010)
3. Colletotrichum capsici
a. Nama latin : Colletotrichum capsici
b. Nama umum : antraknosa atau patek
c. Jenis pathogen : jamur (Gloeosporium piperatum)
d. Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Filum : Ascomycota
Kelas : Sodariomycates
Ordo : Phyllachorules
Family : Phyllachoraceae
Genus : Colletotrichum
Spesies : Colletotrichum capsici
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : cabai
f. Inang alternatif : tembakau
g. Bagian yang diserang : buah
h. Tipe gejala : nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Adanya bercak basah pada buah
- Berdasarkan literatur
· Membentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitaman dan berlekuk pada buah yang masih hijau atau sudah masak, bahkan bisa menyebabkan mati ujung.
· Bintik-bintik itu akan membesar dan memanjang, tepinya berwarna kuning dan bagian tengahnya menjadi semakin gelap.
· Pada serangan berat, buah akan menjadi kering dan keriput.
(Anonymous, 2010)
j. Cara pengendalian
- Menanam benih yang tahan penyakit
- Sebelum disemai benih di rendam air hangat
- Buah cabai yang diserang segera dipanen dan dibakar
- Mengelola air dan system draenase
- Membersihkan gulma
k. Gambar literature dan tangan
(anonymous, 2010)
- 4. Erwinia carotovora
a. Nama latin : Erwinia carotovora
b. Nama umum : Busuk lunak pada wortel
c. Jenis pathogen : Bakteri Erwinia
d. Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Filum : Preobacteria
Kelas : Gamma protobacteria
Ordo : Enterubacteriales
Family : Enterubacteriaceae
Genus : Erwinia
Spesies : Erwinia carotovora
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Wortel
f. Inang alternatif : Kentang, tomat
g. Bagian yang diserang : Buah atau umbi
h. Tipe gejala : nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Umbi mengalami pembusukan
· Gejala berwarna hitam
- Berdasarkan literatur
· Terjadi busuk basah
· Berwarna coklat atau kehitaman
· Bercak membesar atau mengendap, bentuk tidak beraturan, warna coklat
· Munculnya serangan bakteri menjadi berbau busuk yang khas dan menyengat.
(Anonymous, 2010)
j. Cara pengendalian
- Sanitasi, menjaga kebersihan kebun
- Menanam dengan jarak tanam tidak terlalu dekat
- Menghindari terjadinya luka pada tanaman
- Penggunaan insektisida untuk mengendalikan lalat buah
k. Gambar literature dan tangan
- 5. Phytophthora infestans
a. Nama latin : Phytophthora infestans
b. Nama umum : busuk daun kentang
c. Jenis pathogen : jamur
d. Klasifikasi
Kingdom : Chromalveolata
Filum : Herokontophyta
Kelas : Oomycetes
Ordo : Peronosporales
Family : Phythiaceae
Genus : Phytophthora
Spesies : Phytophthora infestans
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Kentang
f. Inang alternatif : melon, tomat
g. Bagian yang diserang : daun, umbi
h. Tipe gejala : nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Daun mempunyai bercak hijau kelabu
- Berdasarkan literatur
· Daun yang sakit memiliki bercak-bercak nekrotik pada tepi daun dan ujung daun serta akarnya yang meluas dan cepat sehingga mematikan daun.
· Bercak yang berwarna hijau kelabu kebasahan meluas menjadi bercak. Dengan bentuk dan ukuran tertentu.
(Muhidin, 1993)
j. Cara pengendalian
- Waktu tanam yang tepat pada musim kemarau karena kurang mendapat serangan
- Penggunaan fungisida
k. Gambar literature dan tangan
- 6. Xanthomonas campestris
a. Nama latin : Xantomonas campestris
b. Nama umum : busuk pada kubis
c. Jenis pathogen : bakteri
d. Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Filum : Preobacteria
Kelas : Gamma protobacteria
Ordo : Xanthonmonadales
Family : Xanthonmonadaceae
Genus : Xantomonas
Spesies : Xantomonas campestris
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Kubis
f. Inang alternatif : Sawi, brokoli
g. Bagian yang diserang : Daun
h. Tipe gejala : Nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Daun mempunyai bercak kecoklatan
- Berdasarkan literatur
· Adanya bercak kebasahan yang ditimbulkan yang selanjutnya meluas dan bentuk yang tidak teratur, agak mengendap dengan warna kecoklatan atau tua.
· Busuk mula-mula tidak berbau, kemudian menjadi berbau khas yang sangat menyengat
(Anonymous,2010)
j. Cara pengendalian
- Sanitasi
- Pengaturan jarak tanam
- Menghidari terjadinya luka
- Pengendalian pasca panen
k. Gambar literature dan tangan
7. Fusarium oxysporum
a. Nama latin : Fusarium oxysporum
b. Nama umum : layu fusarium
c. Jenis pathogen : jamur
d. Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Filum : Deuteromycota
Kelas : Deuteromycetes
Ordo : Moniliales
Family : Tuberculariaceae
Genus : Fusarium
Spesies : Fusarium oxysporum
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Tomat
f. Inang alternatif : Pisang
g. Bagian yang diserang : Tangkai daun, Tulang daun
h. Tipe gejala : Nekrotik-hipoplastik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Tulang daun pucat
· Layu atau tangkai daun merunduk
- Berdasarkan literatur
· Tulang daun pucat, terutama daun sebelah atas, diikuti dengan merunduknya tangkai, akhirnya tanaman layu
· Tanaman menjadi kerdil dan tumbuhan merana
(Muhidin,1993)
j. Cara pengendalian
- Menggunakan varietas yang tahan
- Memberikan mulsa palstik untuk menaikan suhu tanah
- Penggunaan fungisida
k. Gambar literature dan tangan
a. Nama latin : Plasmodiophora brassicae
b. Nama umum : akar gada kubis
c. Jenis pathogen : jamur
d. Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Filum : Myxomicota
Kelas : Myxomicetes
Ordo : Plasmodiophorales
Family : Plasmodiophoraceae
Genus : Plasmodiophora
Spesies : Plasmodiophora brassicae
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Kubis
f. Inang alternatif : Caisin
g. Bagian yang diserang : Akar
h. Tipe gejala : Hiperplastik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Daun hijau kelabu
· Akar membengkak
· Bintil-bintil dan terdapat kelenjar
- Berdasarkan literatur
· Akarnya mengalami reaksi pembelahan dan pembesaran sel
· Berbentuk bintil-bintil atau kelenjar yang tidak teratur, bintil-bintil tersebut bersatu membentuk bengkakan seperti gada.
· Daun menjadi hijau kelabu dan cepat layu karena jaringan pengangkutnya rusak
(Muhidin,1993)
j. Cara pengendalian
- Pemberian abu atau kapur akan mengurangi infeksi
- Menyediakan binit yang bebas pathogen
- Penggunaan fungisida
k. Gambar literature dan tangan
8. Xanthomonas oryzae
a. Nama latin : Xanthomonas oryzae
b. Nama umum : Penyakit hawar daun
c. Jenis pathogen : Bakteri
d. Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Filum : Proteobacterium
Kelas : Gammaproteibacteriun
Ordo : Xanthomonadales
Family : Noctuidae
Genus : Xanthomonas
Spesies : Xanthomonas oryzae
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Padi
f. Inang alternatif :
g. Bagian yang diserang : Daun
h. Tipe gejala : Nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Terdapat bercak kuning pada daun
· Bercak kuning tersebur menghasilkan serabut
- Berdasarkan literatur
· Daun pucat hijau
· Bibit terinfeksi akan layu dan daun menggulung
· Bibit akan mati
(Anonymous, 2010)
j. Cara pengendalian
- Menyediakan bibit yang bebas pathogen
- Rotasi tanaman
- Mencabut tanaman yang telah terserang
k. Gambar literature dan tangan
- Puccinia sorghi
a. Nama latin : Puccinia sorghi
b. Nama umum : Penyakit hawar daun
c. Jenis pathogen : Bakteri
d. Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Filum : Basicliomycota
Kelas : Pucci
Ordo : Pucciniales
Family : Pucciaceae
Genus : Puccinia
Spesies : Puccinia sorghi
(Anonymous,2010)
e. Inang utama : Jagung
f. Inang alternatif :
g. Bagian yang diserang : Daun
h. Tipe gejala : Nekrotik
i. Gejala yang ditimbulkan
- Berdasarkan pengamatan
· Terdapat bercak karat
· Terdapat serbuk kecoklatan
- Berdasarkan literatur
· Terdapat titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kecoklatan
(Anonymous, 2010)
j. Cara pengendalian
- Mengatur kelmbapan pada area tanaman
- Menanam varietas unggul
- Sanitasi
- Menggunakan pestisida
k. Gambar literature dan tangan
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
· Penyakit bisul akar (Meloidogyne sp) yang disebabkan oleh pathogen nematode yang sering dijumpai menyerang jagung atau tomat. Bagian yang diserang yaitu akar dan gejala yang ditimbulkan antara lain yaitu :
- Daun menjadi lekas masak dan gugur
- Akar serabut sekunder menjadi abnormal jumlahnya
- Timbul bisul pada akar
Cara pengendaliannya yaitu
- Rotasi tanaman
- Penggunaan nemasida kimia
· Penyakit keriting pada cabai (CMV) yang disebabkan oleh virus CMV yang sering di jumpai menyerang cabai atau tomat. Bagian yang diserang yaitu daun dan buah dan gejala yang ditimbulkan adalah
- Daun menggulung dan buah mengkerut
Cara pengendalian
- Rotasi tanaman
- Sterilisasi tanah
· Penyakit patek (Colletotricum capsici) yang disebabkan jamur yang menyerang cabai. Bagian yang diserang yaitu buah dan gejla yang ditimbulkan yaitu:
- Bercak basah pada buah
Cara pengendaliannya :
- Menanam benih yang than penyakit
- Buah yang terserang segera dipanen dan dibakar
· Penyakit busuk lunak pada wortel (Erwinia carotovora) yang disebabkan oleh bakteri yang sering menyerang tanaman wortel. Bagian yang diserang yaitu pada umbi dan gejalanya yaitu :
- Umbi mengalami pembusukan
- Berwarna coklat kehitaman
Cara pengendalian
- Sanitasi
- Menghindari terjadinya luka
· Penyakit busuk daun kentang (Phytoptora infestan) yang disebabkan oleh jamur yang sering menyerang kentang. Bagian yang diserang adalah daun dan gejala yang ditimbulakan yaitu :
- Daun memiliki bercak hijaunkelabu
Cara pengendaliannya:
- Penggunaan fungisida
· Penyakit busuk hitam pada kubis (Xanthomonas campestris) disebabkan bakteri yang sering menyerang kubis. Bagian yang diserang yaitu daun. Cara pengendaliannya :
- Sanitasi
- Pengaturan jarak tanaman
Gejala yang ditimbulkan :
- Adanya bercak kecoklatan pda daun
· Penyakit layu (Fusarium oxyporum) disebabkan oleh jamur yang sering menyerang tomat. Bagian yang diserang adlah tangkai dan daun. Gejala yang ditimbulkan yaitu :
- Tulang daun pucat
- Tangkai daun merunduk
Cara pengendaliannya
- Memberikan mulsa plastic
- Menggunakan varietas tahan
· Penyakit akar gada kubis (Plamodiophora brassicae) disebabkan oleh jamur yang sering menyerang kubis. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala yang ditimbulkan :
- Akar membengkak
- Daun berwarna hijau kelabu
Cara pengendaliannya
- Pemberian abu atau kapur
- Penggunaan fungisida
4.2 Saran
ada aja :-D
DAFTAR PUSTAKA
Agrios, 1995, Ilmu Penyakit Tumbuhan. UGM Press : Yogyakarta
november 2010
tanggal 10 november 2010
november 2010
10 november 2010
november 2010
november 2010
10 november 2010
november 2010
november 2010
november 2010
november 2010
Muhidin. 1993. Dasar Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Muhammadiyah.
Malang
Rukmana, Rahmat. 1997. Penyakit Tanaman Pengendalian. Kanisus. Yogyakarta
Tjahyadi, Nur.1989. Hama dan Penyakit Tanaman. Kanisus. Yogyakarta












Tidak ada komentar:
Poskan Komentar